lazada

Minggu, 22 September 2013

Asmara Bertabur Makadam

Saat beraksi mesum memang sangat mengasyikkan, tapi giliran digerebek warga, mau ditaruh mana muka Prabowo – Marlisah ini? Tapi sudah menjadi resiko merekalah. Untung Pak Kades masih sabar, sehingga pasangan  mesum itu hanya didenda dengan setor batu makadam 18 truk.
 
Ini pelajaran bagi pria wanita yang hanya mengedepankan hawa nafsu. Jauh dari pasangan memang bikin jiwa kesepian. Tapi apa harus diselesaikan dengan cara hantam kromo? Bukankah hadis Nabi kan memberi petunjuk: yang sudah dewasa segeralah kawin, yang tak mampu sebaiknya berpuasa. Nah, itu artinya kan dengan puasa bisa menekan hawa nafsu.

Tapi agaknya yang namanya iman masih kalah dengan “si imin”. Maka seperti Prabowo, 27 (bukan nama sebenarnya), yang dalam status duda, jadi nggrangsang (rakus) banget pada makhluk hawa. Begitu tahu bahwa kenalan barunya, Marlisah, 21(bukan nama sebenarnya), sedang jauh dari suami, langsung dipepet terus untuk diajak koalisi yang setara. “Kita kayaknya kok sama-sama cocok, perlu kita pertahankan hingga 2014 nih,” begitu kira-kira kata Prabowo.

Istri Darmin yang tinggal di Turi Kabupaten Lamongan (Jatim), memang sudah lama kesepian, karena suaminya jarang pulang. Maka begitu melihat Prabowo menaruh hati padanya, langsung diberi peluang seluas-luasnya. Keduanya pun lalu pacaran bagaikan Rama dan Sinta. Lantaran sama-sama dalam kondisi “haus”, keduanya pun lalu bersepakat, dari koalisi mesti dilanjutkan dengan  “eksekusi”.

Apa bentuk “eksekusi” itu, sama-sama dewasa pasti tahulah. Rupanya mereka sudah sama-sama cocok, sehingga tanpa peduli akan resikonya Prabowo membawa pulang “janda” gebetan baru itu ke rumahnya di Desa Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, Tuban. Meski belum ada ikaran resmi, tanpa sungkan-sungkan membawanya tidur dalam satu ranjang, dan jadilah Marlisah sebagai Simpedes non BRI.

Tanpa sungkan dan tanpa malu, Marsilah diperlakukan bak istri saja. Siang mamah (makan), malam mlumah (melayani di ranjang). Padahal ibarat beras, Marlisah ini termasuk jenis rajalele (Jateng), atau menthik (Jatim), atawa Cianjur (Jabar). Pulen, agak pera-pera dikit gitu. Pakai sayur lezat, pakai yang kering-kering juga nikmat. Jadi ibarat orang makan, maunya Prabowo tanduk (nambah) melulu.

Indah dan asyik bagi Prabowo – Marlisah, tapi bikin eneg bagi warga Desa Penidon. Soalnya mereka tahu persis bahwa perempuan itu belum dinikahi, tapi kenapa dibiarkan berlama-lama. Penduduk jadi tersinggung. Membawa wanita bukan muhrimnya dan  diperlakukan bak istri, kan sama menganggap kampung itu jadi medan pelacuran. “Kurang ajar, ini sama saja nganggap kampung kita ini Gang Doly di Surabaya,” kata warga.

Kepala desa dan pamong desa pun berembug. bagaimana menindak pasangan mesum itu. Pak Kades minta agar mereka ditegur dulu, untuk menikah resmi dulu, apakah tinggalkan kampung itu. Warga pun menjawab bahwa semua prosedur telah dilalui, tapi memang Prabowo – Marlisah bandel. Tak punya malu gara-gara soal kemaluan.

Akhirnya, beberapa malam lalu keduanya digerebek di kamarnya. Mereka tak berkutik, dan segera dibawa ke balai desa. Pak Kades yang masih punya tepa slira, hanya memerintahkan keduanya menikah saja setelah prosedur dilalui. Tapi untuk menimbulkan efek jera, pasangan mesum itu dikenakan denda berupa setor batu makadam 18 truk. Asyik kan,  bikin kapok orang nakal, tapi jalan desa juga jadi bagus.

Hasil denda begituan, jalannya cepet rusak tuh. (HS/Gunarso TS


Source : POSKOTAnews.com

====================== 
Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    
 
Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367

  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE
  

=====
Anda Punya Usaha, Butuh Pekerjaan, atau Ingin Mempromosikan Usaha Apapun?  Bergabunglah dengan Media Promosi yang ada. Berikut klik Disini, Daftar Media yang dapat anda gunakan. Klik setiap link yang ada. 
Selamat Berpromosi