Usia Hasbi (bukan nama sebenarnya) memang sudah 60 tahun. Tapi meski penampilan sudah Pepabri ibaratnya tentara, tapi semangatnya masih Akabri Magelangan. Bagaimana tidak? Ada wanita tetangga “nganggur” langsung ditembak 2 kali sampai hamil. Keruan saja suaminya yang sakit-sakitan tak terima, sehingga lapor polisi.
Kata Mario Teguh pengasuh acara Golden Ways, orang muda yang
berwawan kuno, itulah orang tua. Sebaliknya, orangtua yang punya wawasan
ke depan, dialah berjiwa muda. Tapi bagaimana pula dengan orang tua
yang suka ngawasi bini tetangga lewat depan rumah? Jelas ini bukan
maksud dari Mario Teguh. Namun yang jelas, Hasbi lelaki tua yang tinggal
di Bireun Aceh ini kelakuannya seperti itu. Melihat Ny. Asiah, 29
(bukan nama sebenarnya), mau belanja ke warung, dibuntuti dengan sinar
mata penuh nafsu.
Hasbi dan Asiah memang bertetangga dekat. Sebetulnya sudah lama kakek
ini naksir istri Halim, 38 (bukan nama sebenarnya). Tapi karena
terhalang oleh statusnya, dia hanya diam seribu bahasa. Mau sedikit
ngeyel, mana laku. Tampang tidak meyakinkan, sudah tua lagi. Jadi ya
ibaratnya lihat etalage makanan di rumah makan padang. Nafsu banget
untuk menyantap, tapi modal tidak ada.
Seiring dengan perjalanan waktu dan nafsu Hasbi, Halim suami Asiah
menderita sakit. Parah banget sih tidak, tapi sudah berminggu-minggu,
bahkan berbulan-bulan tak bisa bangkit dari ranjang. Sebagai tulang
punggung keluarga, jelas ekonomi keluarga Halim jadi kedodoran.
Sebagaimana adab bertetangga, Ny. Asiah pun lalu suka pinjam uang atau
beras pada keluarga Hasbi, terutama pada istrinya.
Soal perut, sementara bisa ditanggulangi dengan pinjam sana dan
sini. Tapi urusan yang dibawah perut, harus ke mana mencari solusi?
Maklumlah, gara-gara “kapal” miliknya doking tak bisa berlayar, sudah
berbulan-bulan Asiah tak kena jangkar suami. Tiap malam hanya
ngulat-ngulet tak keruan. Begini salah, begitu salah, gara-gara kepengin
begituan.
Nah, Hasbi si Pepabri yang semangat Akabri, menangkap gejala itu.
Maka dia segera mencoba masuk, dengan suka memberikan ini itu pada
anak-anak Asiah. Pura-puranya bezuk Halim, tapi sebenarnya sedang
mempelajari medan. Kira-kira strategi apa yang pas untuk menaklukkan
Asiah, sehingga dia mau bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya.
Sejak Hasbi suka memberikan itu pada anak-anak Halim, dia menjadi
lebih akrab dengan Asiah. Sekali waktu dengan sedikit bercanda, Hasbi
mengajak wisata ranjang bak Rama dan Sinta. Asiah yang sesungguhnya
sudah lama tak menikmati kehangatan malam, tanpa pikir panjang
mengiyakan saja. Di tempat lain tentu saja, keduanya pun berpacu dalam
birahi. Namanya juga sudah kakek-kakek, gebrakannyha sudah kurang
menggigit.
Karenanya, hanya sempat dua kali Asiah meladeni Hasbi. Meski hanya
bikin kotor sprei ibarat kata, tapi lumayanlah. Hujan bulan Oktober itu
sudah turun meski hanya rintik-rintik. Tapi celakanya, meski hanya
“disiram” dua kali dengan siraman ala kadarnya, ternyata perut Aisah
menggelembung juga. Tetangga sih nggak curiga, wong ada suami. Kalau pun
mempertanyakan, hanya membatin saja. “Hebat si Halim ini, meski sakit
masih rosa macam Mbah Maridjan…..”
Tapi suaaminya yang curiga, wong sudah berbulan-bulan non aktif, kok
bisa-bisanya hamil. Ketika didesak, istrinya ngaku bahwa dua kali
dikeloni kakek Hasbi. Wah, Halim pun marah dan akhirnya dilaporkan ke
polisi. Dalam pemeriksaan, Ny. Asiah mengakui, mau diajak selingkuh
karena kesepian suaminya tak mampu lagi menjalankan tugas suami istri.
Kalau anggota DPR, sudah direcal tuh. (JPNN/Gunarso TS)
Source : POSKOTAnews.com

