lazada

Minggu, 29 September 2013

Derita Punya Suami Pemabokan

SUDAH  selingkuh, mabukan lagi! Itulah kelakuan buruk Parkun, 27 (bukan nama sebenarnya), warga Mojokerto (Jatim). Punya suami macam begitu, tentu saja Muryati, 24 (bukan nama sebenarnya), bosan. Celakanya, mau minta cerai malah disambut dengan gebuk. Daripada “makan hati”, dia pilih minum cairan pengepel lantai. Untung nyawa Muryati masih peret!

Kaum wanita sebenarnya makhluk yang tahan menderita daripada lelaki. Biar suami jelek kayak mercon bantingan pun, takkan menyesal asalkan setia dan sayang keluarga. Tapi jika suaminya sudah jelek, pengkhianat cinta, tukang mabuk pula, bagaimana istri bisa betah bersamanya? Kalau bisa ditukar dengan abu gosok untuk cuci piring, pasti suami macam begitu sudah lama ditukarkannya.

Beginilah nasib Muryati, warga Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Mojokerto. Berumahtangga dengan Parkun sejak 3 tahun lalu, tak pernah menikmati kebahagiaan rumahtangga barang semenit. Bawaannya harus marah melulu. Bagaimana tidak marah? Parkun ini jadi kepala rumahtangga tapi tanggungjawabnya nol. Cari kerja yang benar tidak bisa, tapi kerjanya minum bir sampai mabuk. Sudah begitu, doyan perempuan pula!

Kadang Muryati merasa, jadi istri Parkun hanya menjadi obyek seksualitas belaka. Kalau sedang butuh, mendekati dan merayu-rayu. Tapi setelah dilayani, langsung pergi mabuk-mabukan bersama teman. Yang paling menyakitkan, berulang kali masuk laporan bahwa Parkun di luar juga punya WIL. “Laki-laki memang anjing ibaratnya. Di rumah sudah diberi korned, ketemu kotoran dimakan juga….,” begitu Muryati pernah mengeluh.

Muryati berulangkali mencoba klarifikasi, siapa saja wanita yang digendaknya. Tapi boro-boro Parkun mengaku, justru tendangan dan tempelengannya yang bicara. Dia merasa tersinggung, karena kebebasannya sebagai lelaki diintervensi pihak lain. Katanya, perempuan tahu apa. Ibarat kata, biarkan isi botol diecer ke mana-mana, yang penting “gendul”-nya tetap kembali ke rumah secara utuh.

Jelas ini prinsip yang berlawanan dengan prinsip-prinsi keluarga sakinah yang mawadah wa rahmah. Sudah berulangkali Muryati memberikan opsi, daripada menyiksa badan, mendingan diceraikan saja. “Aku pegaten wae mas, mumpung isih padha wutuhe (ceraikan saja aku, mumpung belum punya anak ini),” kata Muryati memohon.

Namun Parkun tak pernah peduli, kecuali menjadikannya gebuk sebagai panglima. Nah, istri cap apa yang mau dijadikan sansak tinju berkelanjutan? Lantaran segala opsinya terjadi deadlock, Muryadi menjadi frustasi dan kehilangan harapan. Entah setan mana yang memprovokasi, tahu-tahu dia minum cairan pengepel lantai, glek, glek…glekkk, dan kemudian klepek-klepek!

Untung ulah Muryati ini segera ketahuan keluarganya. Dengan mulut membusa dia dilarikan ke RSI Sakinah, Mojokerto. Berkat pertolongan yang cepat, nyawa istri Parkun ini masih bisa diselamatkan. Masa-masa kritis itu telah lewat. Khawatir kejeblos dua kali ke lobang sama sebagaimana keledai, keluarga mendukung rencana putrinya.

Mending keledai, dia tak pernah mabuk dan selingkuh macam Parkun. (LP/Gunarso TS)

Source : POSKOTAnews.com

====================== 
Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    
 
Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367

  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE
  

=====
Anda Punya Usaha, Butuh Pekerjaan, atau Ingin Mempromosikan Usaha Apapun?  Bergabunglah dengan Media Promosi yang ada. Berikut klik Disini, Daftar Media yang dapat anda gunakan. Klik setiap link yang ada. 
Selamat Berpromosi